Manfaat Kesehatan Merawat Orang Tua dan Lansia dalam Islam
Dalam ajaran Islam, merawat atau mengasuh orang tua dan lansia bukan sekadar
kewajiban moral, tetapi juga tindakan yang membawa berkah dan manfaat luar
biasa, termasuk bagi kesehatan si pengasuh. Islam mengajarkan bahwa berbakti
kepada orang tua adalah bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah, serta
mendatangkan ketenangan hati dan kesejahteraan jiwa.
Tak hanya itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa merawat
orang tua dapat meningkatkan kesejahteraan emosional, mengurangi stres, serta
memperkuat hubungan sosial. Semua aspek tersebut berperan penting dalam menjaga
kesehatan fisik dan mental.
Apa saja keutamaan orang yang berusia tua dalam Islam?
Bagaimana ajaran Islam dan manfaat yang dijanjikan ketika menganjurkan merawat
orang tua? Apa manfaat kesehatan yang diperoleh oleh orang yang merawat orang
tua dan lansia berdasarkan hasil penelitian para ahli? Ada sebuah hadits yang
menjelaskan keutamaan usia tua dan lanjut usia sebagai berikut:
Ada sebuah hadits yang menjelaskan keutamaan usia tua dan lanjut usia sebagai
berikut:
وفي رواية للإمام أحمد عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه،
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
مَا مِنْ مُعَمَّرٍ يُعَمَّرُ فِي الإِسْلَامِ أَرْبَعِينَ سَنَةً إِلا صَرَفَ اللهُ
عَنْهُ ثَلاثَةَ أَنْوَاعٍ مِنَ البَلاءِ: الجُنُونَ وَالجُذَامَ وَالبَرَصَ، فَإِذَا
بَلَغَ خَمْسِينَ سَنَةً لَيَّنَ اللهُ عَلَيْهِ الحِسَابَ، فَإِذَا بَلَغَ سِتِّينَ
رَزَقَهُ اللهُ الإِنَابَةَ إِلَيْهِ بِمَا يُحِبُّ، فَإِذَا بَلَغَ سَبْعِينَ سَنَةً
أَحَبَّهُ اللهُ وَأَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، فَإِذَا بَلَغَ الثَّمَانِينَ قَبِلَ
اللهُ حَسَنَاتِهِ وَتَجَاوَزَ عَنْ سَيِّئَاتِهِ، فَإِذَا بَلَغَ تِسْعِينَ غَفَرَ
اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ، وَسُمِّيَ أَسِيرَ اللهِ
فِي أَرْضِهِ، وَشَفَعَ لأَهْلِ بَيْتِهِ
Artinya: Dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa shahbihi wasallam bersabda: "Tidaklah seseorang diberi umur
hingga 40 tahun dalam Islam melainkan Allah ta'ala menjauhkannya dari penyakit
gila, kusta, dan lepra. Apabila mencapai umur 50 tahun maka kelak Allah ta'ala
akan meringankan hisabnya. Apabila sampai umur 60 tahun maka Allah ta'ala akan
menganugerahinya inabah (kembali/ rajin ibadah) kepada-Nya. Apabila sampai umur
70 tahun maka Allah ta'ala akan menyayanginya, dan para malaikat juga ikut
menyayanginya. Apabila sampai umur 80 tahun maka Allah ta'ala akan menerima
setiap kebaikan yang ia kerjakan dan mengampuni kesalahan-kesalahannya. Apabila
sampai umur 90 tahun maka akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang
akan datang, dan ia dijuluki ‘tawanan Allah di bumi’, dan kelak di hari kiamat
ia juga bisa memberi syafa'at/pertolongan kepada keluarganya.” (HR. Imam Ahmad)
Berdasarkan hadits tersebut, orang yang berusia tua dan beragama Islam memiliki
keutamaan yang luar biasa. Angka demi angka yang menunjukkan bertambahnya usia
diiringi dengan melemahnya manusia seakan menjadi bukti Maha Kasih Allah kepada
hamba-Nya.
Berikut ini manfaat rinci dari merawat orang tua dan lansia
dalam Islam:
1. Memperpanjang Umur dan Menambah Rezeki
Apabila orang yang berusia tua
tersebut sekaligus berstatus sebagai orang tua, maka berbakti kepadanya
mendapatkan pahala yang berlipat. Islam secara tegas menyatakan bahwa anak yang
berbakti kepada orang tua akan mendapatkan balasan sebagai berikut:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ،قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُمَدَّ لَهُ فِي عُمْرِهِ، وَأَنْ يُزَادَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، فَلْيَبَرَّ
وَالِدَيْهِ، وَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Dari Anas bin Malik
radliyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Siapa
yang ingin dipanjangkan umurnya dan ditambahkan rezekinya, maka hendaknya ia
berbakti kepada kedua orang tuanya dan menyambung silaturrahim (kekerabatan).”
(HR. Ahmad)
Bertambahnya umur dan rezeki merupakan dua hal utama yang dijanjikan Allah bagi
anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Nabi tidak mengkhususkan hadits
tersebut hanya untuk orang Islam, tetapi untuk siapa pun yang mengamalkan
ajaran tersebut.
2.
Memperoleh balasan yang bisa terwujud di
dunia
Balasan bakti kepada kedua orang tua ini memiliki keunikan karena bisa terwujud sejak di dunia. Balasan ini bahkan berlaku kepada orang non-muslim dan terbukti melalui penelitian para ahli. Penelitian yang dilakukan oleh tim riset dari Johns Hopkins Center on Aging and Health menyatakan bahwa orang yang merawat lansia ternyata memiliki umur yang lebih panjang.
Orang yang merawat lansia itu adalah anak kandung dari lansia ataupun anak kandung yang dibantu oleh orang lain yang memang pekerjaannya merawat lansia (Roth dkk, 2015, Informal Caregiving and Its Impact on Health: A Reappraisal From Population-Based Studies, The Gerontologist, Vol.55, No.2: halaman 309-319).
Baik anak kandung maupun orang
lain yang merawat lansia pada penelitian itu disebut sebagai pengasuh lansia.
Penelitian itu menyimpulkan bahwa pengasuh lansia cenderung hidup lebih lama
daripada banyak sampel pembanding yang bukan pengasuh. Penelitian itu
menunjukkan bahwa pengasuh keluarga, termasuk yang merawat orang tuanya, dapat
mengalami peningkatan harapan hidup. Istilah pengasuhan dalam penelitian itu
adalah bantuan yang diberikan keluarga, teman, dan profesional kepada mereka
yang sudah tua, sakit, atau tidak mampu mengurus diri sendiri.
Pengasuhan dapat mencakup membeli
bahan makanan, memasak, membersihkan, membantu mandi atau perawatan pribadi,
mengantar dan mengantar seseorang ke dokter, memberikan obat, membantu
seseorang naik atau turun dari tempat tidur, dan banyak lagi.
Keuntungan umur panjang ini muncul ketika tim ilmuwan yang
dipimpin oleh para ahli Johns Hopkins mengamati data kesehatan selama enam
tahun untuk 3.503 pengasuh dan jumlah yang sama dari mereka yang bukan
pengasuh. Mereka yang secara teratur merawat kebutuhan anggota keluarga
menikmati perpanjangan harapan hidup selama sembilan bulan.
3.
Menambah makna hidup dan menyehatkan
mental
Dalam banyak kasus, pengasuh melaporkan menerima manfaat seperti peningkatan
harga diri, pengakuan, dan rasa terima kasih dari penerima perawatan mereka.
Pengasuh yang menemukan makna dalam pekerjaan mereka melalui agama atau
keyakinan spiritual mereka juga memiliki kesehatan emosional yang lebih baik
dalam penelitian tersebut, bahkan jika mereka tidak pergi ke tempat ibadah.
Jika orang yang
non-muslim saja dapat memperoleh hikmah dari merawat orang tua dan lansia
berupa umur panjang, tentunya kaum muslimin juga akan mendapatkan hal yang
lebih besar lagi karena menjalankan ajaran Islam untuk berbakti pada orang tua
berdasarkan keimanan. Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam adalah universal
untuk semua orang sebagaimana keumuman hadits Nabi tentang balasan berbakti
kepada kedua orang tua yang diuraikan di atas.
Dengan memahami hikmah dari ajaran Islam tentang merawat
orang tua, kaum muslimin bisa melihat bagaimana tindakan ini tidak hanya
membawa pahala di dunia dan akhirat tetapi juga mendukung kesehatan dan
kesejahteraan bagi semua pihak yang terlibat. Selayaknya kaum muslimin
mengamalkan ajaran bakti kepada orang tua dan merawat lansia dengan penuh
keikhlasan. Wallahu a’lam bis shawab.