Featured blog image
Sejarah Warga Nahdliyin

IMAM DAR AL-HIJRAH MALIK BIN ANAS

Qosidul Chaq

Penulis

Beliau adalah Abu Abdillah Malik bin Anas al-Ashbahi, yang berasal dari Yaman. Imam Dar al-Hijrah salah satu Imam madzhab empat dalam tradisi Ahlus sunnah wal jama’ah serta pada beliau dinisbatkan Madzhab Maliki. Kakek moyangnya, Abu 'Amir, merupakan salah seorang Sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam.

 

Al-Imam Malik lahir pada tahun 93 H di Madinah dan wafat di sana pada tahun 179 H. Beliau tidak pernah meninggalkan Madinah untuk pergi ke negeri lain. Beliau adalah seorang Imam dalam ilmu Hadits, sekaligus Imam dalam bidang Fikih. Umat Islam sepakat perihal keutamaan dan kepiawaian beliau pada kedua bidang tersebut.

 

Dalam berfatwa beliau berpegang pada Kitabullah terlebih dahulu, baru kemudian pada Al-Sunnah. Namun, beliau mendahulukan amaliah penduduk Madinah dari pada hadis ahad (diriwayatkan satu orang) jika hadis tersebut bertentangan dengannya. Hal ini dilakukan sebab keyakinan beliau bahwa penduduk Madinah mewarisi amaliah yang dipraktekkan dari generasi sebelumnya dan generasi sebelumnya mewarisi dari para Sahabat, sehingga amalan tersebut dianggap lebih kuat dibandingkan hadits ahad.

 

Akan tetapi Imam Syafi'i dan sebagian Imam lainnya berbeda pendapat dalam hal ini, dengan alasan bahwa banyak dari sunnah dibawa oleh sebagian Sahabat ke berbagai wilayah dan negeri yang ditaklukan yang mereka tuju untuk ditempati. Sehingga tidak semua Sunnah terbatas pada amalan penduduk Madinah saja; sebagian bahkan banyak darinya terdapat di tempat lain. Oleh karena itu, jika suatu hadis dianggap sahih, lalu mereka amalkan  entah sesuai dengan amalan penduduk Madinah maupun tidak. Tentu dalam hal ini berbeda dengan sikap Imam Malik.

 

Setelah Sunnah, Imam Malik merujuk kepada Qiyas. Tidak diragukan lagi bahwa banyak pendapat dalam madzhab beliau dibangun atas dasar Mashalih Mursalah atau kemaslahatan umum yang tidak diatur secara spesifik. Bahkan dapat juga kita temukan bahwa memang beberapa ketetapan hukum syariat merupakan takhsish dari keumuman nash Al-Qur'an dengan berlandaskan kemaslahatan.

 

Al-Imam al-Syafi'i belajar Hadis dan Fikih dari beliau. Pelajaran beliau dihadiri penduduk Mesir, penduduk Maghrib dan penduduk Andalusia. Mereka mengambil manfaat yang besar dari beliau, menukil madzhab serta menyebarkannya di negeri mereka. Madzhab Maliki menjadi yang paling dominan di Andalusia melalui campur tangan pemimpin negeri tersebut, sama seperti yang dilakukan para Khalifah Abbasiyah dalam menyebarkan madzhab Abu Hanifah.

 

Khairuddin Al-Zirikli menyebutkan dalam Al-A’lam Juz 5 hlm 257:

 

ووجه إليه الرشيد العباسي ليأتيه فيحدثه، فقال: العلم يؤتى، فقصد الرشيد منزله واستند إلى الجدار، فقال مالك: يا أمير المؤمنين من إجلال رسول الله إجلال العلم، فجلس بين يديه، فحدثه. وسأله المنصور أن يضع كتابا للناس يحملهم على العمل به فصنف الموطأ.

 

Harun Al-Rasyid al-Abbasi pernah mengirim utusan kepada beliau agar sudi menghadapnya untuk mengajarkan Hadits. Akan tetapi beliau menjawab: "Ilmu itu didatangi."

Akhirnya Khalifah Al-Rasyid mendatangi rumah Al-Imam dan duduk bersandar dinding. Al-Imam Malik berkata: "Wahai Amirul Mukminin, diantara sikap mengagungkan Rasulullah adalah dengan mengagungkan ilmu." Maka, Al-Rasyid pun duduk di hadapan al-Imam Malik dan beliau mengajarkan Hadis kepadanya.

 

Khalifah al-Manshur pernah meminta beliau menyusun sebuah kitab untuk masyarakat agar mereka dapat berpegang pada isinya, maka al-Imam Malik menyusun Al-Muwattha’.

 

Madzhab Maliki saat ini banyak kita temui di penjuru negeri Maghrib, wilayah Mesir hulu dan Sudan.

Kitab Al-Mudawwanah yang merupakan dasar fikih Maliki telah dicetak dan tersebar luas di berbagai wilayah dunia. Demikian pula kitab Al-Muwatta' diterbitkan tanpa syarah dan juga telah dicetak dengan syarah yang panjang dan ringkas juga tersebar luas.

 

Al-Imam Malik merupakan guru al-Imam al-Syafi’i bahkan beliau diantara sosok guru yang paling berpengaruh dalam perkembangan keilmuan al-Syafi’i. Semoga Allah mencurahkan para Imam dengan rahmat besar nan luhur.

 

Semoga bermanfaat

Wallahu A’lam.