Asy'ariyah Dan Maturidiyah
Telah kita ketahui bersama bahwa para Imam madzhab, Imam Mujtahid memiliki
ilmu yang luas tentang akidah maupun hadits Nabawi. Namun fokus terbesar mereka
ada pada ilmu fiqih, sebab ilmu tersebut dianggap paling penting kala itu.
Adapun bid’ah maupun penyimpangan akidah sekalipun sudah ada namun belum meluas.
Baru setelah masa imam mujtahid, bid’ah akidah berkembang maka para imam dari
madzhab empat berdiri membantah untuk memperjuangkan ajaran yang haq. Aktifitas
tersebut terus berjalan hingga sampai masa dua imam besar, yakni Al-Asy’ari dan
Al-Maturidi seperti dijelaskan pada tulisan sebelumnya.
Al Imam Abu Al-Hasan Al-Asy’ari dan Al Imam Abu Manshur
Al-Maturidi merupakan penerus dari ulama salaf yang memperjuangkan akidah
Ahlussunnah wal Jama’ah. Keduanya mengajarkan teologi yang sesuai ajaran
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabat. Al-Dzahabi dalam
Siyar A’lam An-Nubala juz 11 hal 392 menukil ucapan Al-Baqilani :
وعن ابن
الباقلاني قال: أفضل أحوالي أن أفهم كلام الأشعري .قلت: رأيت لأبي الحسن أربعة تواليف في الأصول يذكر
فيها قواعد مذهب السلف في الصفات، وقال فيها: تمر كما جاءت. ثم
قال: وبذلك أقول، وبه أدين، ولا تؤول.
“Dari Ibnu Al-Baqilani beliau berkata: Keadaanku yang paling utama
ialah bisa memahami pendapat Al-Asy’ari. Aku (Al-Dzahabi) berkata: Aku
mengetahui empat karya Al-Asy’ari dalam ilmu akidah yang di dalamnya disebutkan
kaidah madzhab salaf perihal sifat-sifat Allah. Al-Asy’ari menjelaskan
didalamnya bahwa sifat-sifat itu diyakini sebagaimana ia datang. Al-Baqilani
berkata: Dengan itu aku berpendapat, dengan itu pula aku beragama dan tanpa
dita’wil”
Al-Asy’ari dalam fiqih
mengikuti madzhab Syafi’I, sedangkan Al Maturidi bermadzhab Hanafi. Tentang Imam
Al-Asy’ari, Al-Imam Tajuddin As-Subki menjelaskan dalam Thabaqat Al-Kubra juz 3
hal 352:
وقد زعم بعض
الناس أن الشيخ كان مالكى المذهب وليس ذلك بصحيح إنما كان شافعيا تفقه على أبى
إسحاق المروزى نص على ذلك الأستاذ أبو بكر ابن فورك فى طبقات المتكلمين والأستاذ
أبو إسحاق الإسفراينى فيما نقله عنه الشيخ أبو محمد الجوينى فى شرح الرسالة. والمالكى
هو القاضى أبو بكر بن الباقلانى شيخ الأشاعرة.
“Sebagian ulama menyangka bahwa
Al-Asy’ari bermadzhab Maliki, dan itu tidak benar. Akan tetapi beliau
bermadzhab Syafi’I, serta belajar pada Abu Ishaq Al Marwazi. Hal itu dijelaskan
oleh Al-Ustadz Abu Bakr bin Faurak dalam kitab Thabaqat Al-Mutakallimin juga
Al-Ustadz Abu Ishaq Al-Isfirayini seperti yang dinukil Syaikh Muhammad
Al-Juwaini dalam kitab Syarh Al-Risalah. Yang bemadzhab Maliki adalah Al-Qadhi
Abu Bakr bin Al-Baqilani, tokoh ulama Asy’ariyah”.
Adapun perihal Imam Al-Maturidi, Al-Luknawi menyebutkan dalam
Al-Fawaidu Al-Bahiyyah hal 319:
تفقه على أبي
بكر أحمد الجوزجاني عن أبي سليمان الجوزجاني عن محمد، وتفقه عليه الحكيم القاضي
إسحاق بن محمد السمرقندي، وعلي الرستغفني،
وأبو محمد عبد الكريم بن موسى البزدوي
Al-Maturidi belajar pada Abu Bakr Ahmad Al-Jauzajani dari Abu
Sulaiman Al-Jauzajani dari Muhammad bin Al-Hasan Al-Syaibani (murid Imam Abu
Hanifah). Lalu Al-Maturidi memiliki murid Al-hakim al-qadhi Ishaq bin Muhammad
Al-Samarqandi, Ali Al-Rastaghfani dan Abu Muhammad Abdul Karim bin Musa
Al-Bazdi.
Syaikh Ismail Haqqi Al-Istanbuli juga menyebutkan dalam tafsir
Ruhul Bayan juz 7 hal 36:
واعلم ان الشيخين الكاملين من طائفة اهل الحق
اسم أحدهما الشيخ ابو الحسن الأشعري من نسل الصحابي ابى موسى الأشعري رضى الله عنه
ومن ذهب الى طريقه واعتقد موافقا لمذهبه يسمونه الاشعرية واسم الآخر الشيخ ابو
منصور الماتريدي رحمه الله وكل من اعتقد موافقا لمذهب هذا الشيخ يسمونه الماتريدية.
ومذهب ابى حنيفة موافق لمذهب الشيخ الثاني وان جاء الشيخ الثاني بعد ابى حنيفة
بمدة. ومذهب الشافعي موافق لمذهب الشيخ الاول فى باب الاعتقاد وان جاء بعد الشافعي
بمدة والماتريديون حنفيون فى باب الأعمال كما ان الاشاعرة شافعيون فى باب الأعمال.
“Ketahuilah bahwa dua orang syaikh yang sempurna dari kelompok ahlu
al-haq nama salah satunya adalah Abu Al-Hasan Al-Asy’ari seorang dari
keturunan sahabat Nabi Abu Musa Al-Asy’ari. Orang yang mengikuti pendapat
beliau, berkeyakinan mencocoki madzhab beliau maka disebut dengan Asy’ariyah. Yang
kedua bernama Abu Manshur Al-Maturidi rahimahullah dan pengikut beliau disebut
Maturidiyah. Madzhab Abu Hanifah mencocoki imam yang kedua sekalipun Imam
Maturidi hidup setelah beliau. Sedangkan madzhab Syafi’I mencocoki Al-Asy’ari
dalam akidah sekalipun beliau hidup setelah masa Imam Syafi’i. Al-Maturidiyun
adalah pengikut madzhab Hanafi dalam fiqih, sebagaimana Asy’ari yang mengikuti
madzhab Syafi’I”.
Kedua imam tersebut mendapatkan apresiasi dari umat islam,
sehingga mereka mencukupkan diri untuk mengikuti keduanya. Maka munculah dua
madzhab besar, yakni Asy’ariyah dan Maturidiyah. Istilah ini biasa disebutkan untuk
membedakan aliran Ahlussunnah dengan lainnya dalam urf (tradisi) ahli
ilmu.
kemudian ketika ulama ahli hadits ataupun ahli tasawwuf tidak
menyelisihi dasar akidah dari kedua ulama tersebut maka mereka masuk dalam
penamaan ini yaitu Asy’ariyah dan Maturidiyah.
Wallahu a’lam
Semoga
bermanfaat.