Featured blog image
Akidah Warga Nahdliyin

Asy'ariyah Dan Maturidiyah

Qosidul Chaq

Penulis


Telah kita ketahui bersama bahwa para Imam madzhab, Imam Mujtahid memiliki ilmu yang luas tentang akidah maupun hadits Nabawi. Namun fokus terbesar mereka ada pada ilmu fiqih, sebab ilmu tersebut dianggap paling penting kala itu. Adapun bid’ah maupun penyimpangan akidah sekalipun sudah ada namun belum meluas. Baru setelah masa imam mujtahid, bid’ah akidah berkembang maka para imam dari madzhab empat berdiri membantah untuk memperjuangkan ajaran yang haq. Aktifitas tersebut terus berjalan hingga sampai masa dua imam besar, yakni Al-Asy’ari dan Al-Maturidi seperti  dijelaskan pada tulisan sebelumnya.

Al Imam Abu Al-Hasan Al-Asy’ari dan Al Imam Abu Manshur Al-Maturidi merupakan penerus dari ulama salaf yang memperjuangkan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Keduanya mengajarkan teologi yang sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabat. Al-Dzahabi dalam Siyar A’lam An-Nubala juz 11 hal 392 menukil ucapan Al-Baqilani :

وعن ابن الباقلاني قالأفضل أحوالي أن أفهم كلام الأشعري .قلترأيت لأبي الحسن أربعة تواليف في الأصول يذكر فيها قواعد مذهب السلف في الصفات، وقال فيهاتمر كما جاءت. ثم قالوبذلك أقول، وبه أدين، ولا تؤول.

“Dari Ibnu Al-Baqilani beliau berkata: Keadaanku yang paling utama ialah bisa memahami pendapat Al-Asy’ari. Aku (Al-Dzahabi) berkata: Aku mengetahui empat karya Al-Asy’ari dalam ilmu akidah yang di dalamnya disebutkan kaidah madzhab salaf perihal sifat-sifat Allah. Al-Asy’ari menjelaskan didalamnya bahwa sifat-sifat itu diyakini sebagaimana ia datang. Al-Baqilani berkata: Dengan itu aku berpendapat, dengan itu pula aku beragama dan tanpa dita’wil”

 Al-Asy’ari dalam fiqih mengikuti madzhab Syafi’I, sedangkan Al Maturidi bermadzhab Hanafi. Tentang Imam Al-Asy’ari, Al-Imam Tajuddin As-Subki menjelaskan dalam Thabaqat Al-Kubra juz 3 hal 352:

وقد زعم بعض الناس أن الشيخ كان مالكى المذهب وليس ذلك بصحيح إنما كان شافعيا تفقه على أبى إسحاق المروزى نص على ذلك الأستاذ أبو بكر ابن فورك فى طبقات المتكلمين والأستاذ أبو إسحاق الإسفراينى فيما نقله عنه الشيخ أبو محمد الجوينى فى شرح الرسالة. والمالكى هو القاضى أبو بكر بن الباقلانى شيخ الأشاعرة.

“Sebagian ulama menyangka bahwa Al-Asy’ari bermadzhab Maliki, dan itu tidak benar. Akan tetapi beliau bermadzhab Syafi’I, serta belajar pada Abu Ishaq Al Marwazi. Hal itu dijelaskan oleh Al-Ustadz Abu Bakr bin Faurak dalam kitab Thabaqat Al-Mutakallimin juga Al-Ustadz Abu Ishaq Al-Isfirayini seperti yang dinukil Syaikh Muhammad Al-Juwaini dalam kitab Syarh Al-Risalah. Yang bemadzhab Maliki adalah Al-Qadhi Abu Bakr bin Al-Baqilani, tokoh ulama Asy’ariyah”.

 

Adapun perihal Imam Al-Maturidi, Al-Luknawi menyebutkan dalam Al-Fawaidu Al-Bahiyyah hal 319:

تفقه على أبي بكر أحمد الجوزجاني عن أبي سليمان الجوزجاني عن محمد، وتفقه عليه الحكيم القاضي إسحاق بن محمد السمرقندي، وعلي  الرستغفني، وأبو محمد عبد الكريم بن موسى البزدوي

Al-Maturidi belajar pada Abu Bakr Ahmad Al-Jauzajani dari Abu Sulaiman Al-Jauzajani dari Muhammad bin Al-Hasan Al-Syaibani (murid Imam Abu Hanifah). Lalu Al-Maturidi memiliki murid Al-hakim al-qadhi Ishaq bin Muhammad Al-Samarqandi, Ali Al-Rastaghfani dan Abu Muhammad Abdul Karim bin Musa Al-Bazdi.

Syaikh Ismail Haqqi Al-Istanbuli juga menyebutkan dalam tafsir Ruhul Bayan juz 7 hal 36:

واعلم ان الشيخين الكاملين من طائفة اهل الحق اسم أحدهما الشيخ ابو الحسن الأشعري من نسل الصحابي ابى موسى الأشعري رضى الله عنه ومن ذهب الى طريقه واعتقد موافقا لمذهبه يسمونه الاشعرية واسم الآخر الشيخ ابو منصور الماتريدي رحمه الله وكل من اعتقد موافقا لمذهب هذا الشيخ يسمونه الماتريدية. ومذهب ابى حنيفة موافق لمذهب الشيخ الثاني وان جاء الشيخ الثاني بعد ابى حنيفة بمدة. ومذهب الشافعي موافق لمذهب الشيخ الاول فى باب الاعتقاد وان جاء بعد الشافعي بمدة والماتريديون حنفيون فى باب الأعمال كما ان الاشاعرة شافعيون فى باب الأعمال.

“Ketahuilah bahwa dua orang syaikh yang sempurna dari kelompok ahlu al-haq nama salah satunya adalah Abu Al-Hasan Al-Asy’ari seorang dari keturunan sahabat Nabi Abu Musa Al-Asy’ari. Orang yang mengikuti pendapat beliau, berkeyakinan mencocoki madzhab beliau maka disebut dengan Asy’ariyah. Yang kedua bernama Abu Manshur Al-Maturidi rahimahullah dan pengikut beliau disebut Maturidiyah. Madzhab Abu Hanifah mencocoki imam yang kedua sekalipun Imam Maturidi hidup setelah beliau. Sedangkan madzhab Syafi’I mencocoki Al-Asy’ari dalam akidah sekalipun beliau hidup setelah masa Imam Syafi’i. Al-Maturidiyun adalah pengikut madzhab Hanafi dalam fiqih, sebagaimana Asy’ari yang mengikuti madzhab Syafi’I”.

Kedua imam tersebut mendapatkan apresiasi dari umat islam, sehingga mereka mencukupkan diri untuk mengikuti keduanya. Maka munculah dua madzhab besar, yakni Asy’ariyah dan Maturidiyah. Istilah ini biasa disebutkan untuk membedakan aliran Ahlussunnah dengan lainnya dalam urf (tradisi) ahli ilmu.

kemudian ketika ulama ahli hadits ataupun ahli tasawwuf tidak menyelisihi dasar akidah dari kedua ulama tersebut maka mereka masuk dalam penamaan ini yaitu Asy’ariyah dan Maturidiyah.

 

Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat.