Mandi Wajibnya Perempuan Junub Saat Haid

Author

Qosidul Chaq

Penulis

Pertanyaan :

Perempuan junub kemudian haid, lalu ia mandi janabat saat itu. Bagaimanakah hukumnya?

Jawaban :

 Mandi janabat tersebut tidak sah, maksudnya mandi tersebut tidak bisa menghilangkan hadats besarnya disebabkan masih menanggung hadats haid serta saat itu tidak diwajibkan mandi sebab junubnya. Maka hendaknya ia mandi setelah suci dan cukup satu kali sekalipun untuk menghilangkan dua hadats yaitu janabat dan haid. Penjelasan ini sesuai dalam kitab Al Majmu' Syarah Al Muhadzdzab juz 2 hal 150 :

 

)فرع (

إذا حاضت ثم أجنبت أو أجنبت ثم حاضت لم يصح غسلها عن الجنابة في حال الحيض

لأنه لا فائدة فيه وفيه وجه ضعيف ذكره الخراسانيون انه يصح غسلها عن الجنابة ويفيدها قراءة القرآن إذا قلنا بالقول الضعيف أن للحائض قراءة القرآن.


Permasalahan Cabang.

“Ketika seorang perempuan haid lalu junub atau ia junub kemudian haid maka mandi janabatnya tidak sah dalam keadaan haid. Sebab tidak ada kemanfaat dari mandi tersebut. Namun terdapat wajah dhaif yang dijelaskan Ulama khurasan bahwa mandi tersebut sah serta bermanfaat untuk kebolehan membaca Al Qur’an bagi kita yang menggunakan qaul dhaif bahwa perempuan haid diperbolehkan membaca Al Qur’an.

 

Juga dalam Al Umm juz 1 hal 61 :

"(قال الشافعي) : إذا أصابت المرأة جنابة ثم حاضت قبل أن تغتسل من الجنابة لم يكن عليها غسل الجنابة وهي حائض؛ لأنها إنما تغتسل فتطهر بالغسل وهي لا تطهر بالغسل من الجنابة وهي حائض فإذا ذهب الحيض عنها أجزأها غسل واحد وكذلك لو احتلمت وهي حائض أجزأها غسل واحد لذلك كله ولم يكن عليها غسل وإن كثر احتلامها حتى تطهر من الحيض فتغتسل غسلا واحدا."


Al Imam As Syafi’I berkata: “Saat perempuan junub lalu haid sebelum melaksanakan mandi wajib maka ia tidak perlu mandi terlebih dahulu. Sebab ia mandi untuk bersuci, sedangkan mandinya saat itu belum bisa menghilangkan hadats haidnya. Baru ketika haidnya berhenti dicukupkan mandi sekali saja (untuk menghilangkan dua hadats besarnya). Seperti itu pula andai ia mimpi basah saat haid maka cukup melakukan mandi sekali sekalipun mimpi basahnya berulang kali.   

                                     

Wallahu A'lam

Semoga bermanfaat.

Konsultasi / tanya jawab ke-Islam an bisa dilakukan dengan menghubungi penulis :

Qosidul Chaq

Ketua Lembaga Bahsul Masail MWC NU Kertek