Lelaki Menggunakan Emas

Author

Qosidul Chaq

Penulis

Pertanyaan :

Bagaimanakah Hukum Lelaki Menggunakan Atribut Berbahan Emas?

Jawaban :


Imam Nawawi menegaskan bahwa keharaman penggunaan atribut emas bagi lelaki merupakan Ijma’ (kesepakatan Ulama’). Beliau menyebutkan dalam kitabnya :

 

وأما خاتم الذهب فهو حرام على الرجل بالإجماع وكذا لو كان بعضه ذهبا وبعضه فضة حتى قال أصحابنا لو كانت سن الخاتم ذهبا أو كان مموها بذهب يسير فهو حرام لعموم الحديث الآخر.

“Adapun cincin emas bagi lelaki hukumnya haram sesuai Ijma’. Haram juga seandainya sebagian terbuat dari emas dan sebagian lagi dari perak. Hingga Ashabuna (ulama syafi’i) berkata seandainya penjepit mata cincin terbuat dari emas atau dipoles dengan sedikit emas pun diharamkan dengan dasar keumuman hadits terakhir (tersebut).

 (Syarah Shahih Muslim juz 14 hal 32)      

             

Dalam kitab Al Iqna' juz 1 hal 198 juga dijelaskan :

 

(و) كذا يحرم على الرجال ومثلهم الخناثى (التختم بالذهب) لخبر أبي داود بإسناد صحيح أنه صلى الله عليه وسلم أخذ في يمينه قطعة حرير وفي شماله قطعة ذهب وقال هذان أي استعمالهما حرام على ذكور أمتي حل لإناثهم وألحق بالذكور الخناثى احتياطا واحترز بالتختم عن اتخاذ أنف أو أنملة أو سن فإنه لا يحرم اتخاذها من ذهب على مقطوعها وإن أمكن اتخاذها من الفضة

 

“Seperti halnya sutra, diharamkan pula memakai cincin dari emas sesuai hadits dari Abu Daud dengan sanad shahih bahwa Rasulullah mengambil potongan sutra di tangan kanan dan emas di tangan kiri lalu beliau bersabda : "Bahwa dua barang ini haram dipakai  untuk lelaki dari umatku, namun dihalalkan untuk perempuannya".

 

Kemudian khuntsa (pemilik kelamin ganda) juga diharamkan sebagai bentuk kehati-hatian. Dikecualikan dari atribut, ketika emas digunakan untuk pembuatan hidung palsu, jari palsu ataupun gigi, maka tidak diharamkan sekalipun bisa dibuat dari bahan perak.

 

Adapun kebolehan penggunaan gigi, hidung atau jari palsu dari emas sebab keperluan dan aman digunakan (keperluan darurat). Dijelaskan dalam Al Mausu'ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah Juz 21 Hal 283 :

 

 أجمع الفقهاء على أن من فقد أنفه لسبب من الأسباب فإنه يجوز له اتخاذ أنف من ذهب لورود النص بذلك، فقد ثبت أن عرفجة بن أسعد قطع أنفه يوم وقعة الكلاب، فاتخذ أنفا من ورق فأنتن عليه، فأمره النبي صلى الله عليه وسلم فاتخذ أنفا من ذهب.

 

“Ulama sepakat bahwa orang yang kehilangan hidungnya boleh membuat tiruannya menggunakan emas sebab adanya nash. Arfajah bin As'ad pernah kehilangan hidungnya pada saat perang kulab, lalu dibuatkan hidung palsu dari perak. Lalu muncul pembusukan sehingga Nabi sehingga Nabi dawuh untuk diganti menggunakan emas.”

 

Nah, posisi gigi emas jari palsu emas ini diqiyaskan dengan hukum hidung palsu tersebut. Sama, diterangkan dalam Al Mausu'ah Al Fiqhiyah Juz 21 Hal 281 :

 

اتخاذ السن من الذهب:

 يجوز اتخاذ السن من الذهب عند الجمهور قياسا على الأنف؛ لأن عرفجة بن أسعد قطع أنفه يوم وقعة كلاب فاتخذ أنفا من فضة فأنتن فأمره النبي صلى الله عليه وسلم باتخاذ أنف من ذهب.  فعلم أن كل ما دعت إليه الضرورة يجوز استعماله من الذهب.

“Tentang pembuatan gigi dari emas.

Pembuatan gigi dari emas diperbolehkan mayoritas Ulama dengan mengqiyaskan hidung. Sebab Arfajah bin As’ad terpotong hidungnya pada perang kulab kemudian menyambungnya dari perak namun membusuk. Sehingga Rasulullah memerintahkan untuk membuat hidung palsu dari emas. Dari sini dapat kita ketahui bahwa sekalipun berbahan emas maka boleh digunakan dalam keadaan darurat.”

 

Wallahu A'lam.

Semoga bermanfaat.

Konsultasi / tanya jawab ke-Islam an bisa dilakukan dengan menghubungi penulis :

Qosidul Chaq

Ketua Lembaga Bahsul Masail MWC NU Kertek