Hukum Berdoa Setelah Tahyat Akhir Sebelum Salam

Author

Qosidul Chaq

Penulis

Pertanyaan :

Bagaimana hukum berdoa setelah selesai membaca tahyat akhir sembari menunggu salam imam?

Jawaban :


Membaca doa setelah bacaan tasyahud akhir sebelum salam adalah sunnah. Banyak hadits yang menerangkan bahkan menyebutkan bentuk doanya. Hal ini kemudian dipahami oleh para ulama sebagai salah satu bentuk amaliah yang dianjurkan untuk dilakukan di dalam shalat. Kita boleh berdoa untuk meminta kebaikan di akhirat maupun dunia. Al-Imam Zakaria Al-Anshari menjelaskan dalam kitab Asnal Mathalib juz 1 hlm 166:

 

ويستحب الدعاء بعدها: أي بعد الصلاة عليه وعلى آله في التشهد الأخير ـ بما شاء ـ مما يتعلق بالآخرة والدنيا، لخبر: إذا قعد أحدكم في الصلاة فليقرأ التحيات لله إلى آخرها ثم ليتخير من المسألة ما شاء, أو أحب. رواه مسلم.

 

Dan disunnahkan berdoa setelahnya, yakni setelah membaca shalawat pada nabi dan keluarganya dalam tahyat akhir. Doa apapun yang dikehendakinya, entah berhubungan dengan akhirat maupun dunia. Sesuai hadits: “Ketika salah satu dari kalian duduk dalam shalat maka hendaklah membaca tahyat sampai selesai lalu ia memilih (berdoa) untuk apa yang ia kehendaki atau sukai.

(H.R Muslim)

 

 وروى البخاري: ثم ليتخير من الدعاء أعجبه إليه فيدعو به، والدعاء بما يتعلق بالآخرة أفضل مما يتعلق بالدنيا، لأنه المقصود الأعظم، والدعاء المأثور أي المنقول عن النبي صلى الله عليه وسلم أفضل من غيره ومنه: اللهم اغفر لي ما قدمت وما أخرت وما أسررت وما أعلنت وما أسرفت وما أنت أعلم به مني، أنت المقدم وأنت المؤخر لا إله إلا أنت.

 

Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan : Kemudian pilihlah doa yang menakjubkannya dan ia berdoa dengan itu. Doa yang berhubungan dengan akhirat lebih utama dibanding doa yang berhubungan dengan dunia. Sebab itu merupakan tujuan yang paling agung. Dan doa ma’tsur yaitu yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lebih utama dibanding lainnya. Diantara doa ma’tsur yaitu:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لَا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ.

 

Ya Allah ampunilah apa yang pertama aku lakukan, apa yang terakhir aku lakukan, apa yang aku sembunyikan, apa yang aku perlihatkan, apa yang aku berlebihan dan apa yang Engkau lebih tahu dariku. Engkau Dzat yang Awwal dan Dzat yang terakhir, tiada Tuhan selain Engkau.

 ومنه:

Diantaranya doa:

اللَّهُمَّ إِنّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ.

 

Ya Allah Sungguh aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, siksa neraka, dari fitnah hidup dan kematian. Juga dari fitnah Al-Masih Dajjal.

 ومنه:

Diantaranya doa:

 الَلَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ.

Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari berbuat dosa dan terlilit hutang.

 ومنه:

Diantaranya doa:

 

 إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْماً كَثِيْراً وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي اِنَّكَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Sungguh aku telah mendzalimi diri dengan kedzaliman yang banyak. Dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa selain Engkau. Maka ampunilah aku dengan maghfirah yang ada di sisiMu. Kasihanilah aku sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Penyayang.

 

Demikian hukum berdoa setelah bacaan tahyat akhir. Namun berdoa setelah tahyat awal dihukumi makruh terkecuali ketika makmum lebih dulu selesai bacaan tahyat awalnya dari imam, maka diperbolehkan berdoa ketika itu. Dijelaskan dalam kitab Fathul Muin Hal 120 : 

 

وسن في تشهد أخير دعاء بعد ما ذكر كله، وأما التشهد الأول فيكره فيه الدعاء لبنائه على التخفيف، إلا إن فرغ قبل إمامه فيدعو حينئذ.

 

Dan Disunnahkan berdoa pada tahyat akhir setelah bacaan yang telah disebutkan. Adapun pada tahyat awwal dimakruhkan di dalamnya berdoa sebab bentuk tahyat ini diberlakukan dengan takhfif (sebentar saja). terkecuali jika makmum telah selesai membaca sebelum imamnya, maka ia boleh berdoa saat itu.

 

 

Wallahu A'lam

Semoga bermanfaat.

Konsultasi / tanya jawab ke-Islam an bisa dilakukan dengan menghubungi penulis :

Qosidul Chaq

Ketua Lembaga Bahsul Masail MWC NU Kertek