Tarhim MWC NU Kertek di Bejiarum: Momentum Memuliakan Anak Yatim dan Memperkuat Pendidikan Nahdliyyin
KERTEK, WONOSOBO – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kertek kembali menggelar agenda rutin Tarawih dan Silaturahim (Tarhim). Kali ini, kegiatan dipusatkan di Masjid Baiturrohman, Dusun Bejijurang, Desa Bejiarum, pada Rabu (4/3/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWC NU Kertek, Badan Otonom (Banom), serta rombongan besar dewan guru dan karyawan SMK Andalusia Wonosobo.
Kehangatan Tuan Rumah dan Kepedulian SMK Andalusia
Acara diawali dengan sambutan dari Takmir Masjid Baiturrohman. Dalam penyampaiannya, pihak takmir mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan MWC NU menjadikan Dusun Bejijurang sebagai lokasi Tarhim. Pihak takmir juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan jamaah yang memadati masjid.
Kepala SMK Andalusia Wonosobo dalam sambutannya menjelaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bagian dari program rutin Komisariat IPNU SMK Andalusia. Beliau menegaskan identitas SMK Andalusia sebagai sekolah warga Nahdliyyin yang memiliki berbagai keunggulan fasilitas serta program beasiswa.
"Kehadiran kami di sini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga aksi nyata. SMK Andalusia berkomitmen mendukung pendidikan warga NU. Pada kesempatan ini, kami juga menyalurkan santunan bagi anak-anak yatim di Dusun Bejijurang," ujarnya.
Pesan Ketua Tanfidziah: Pendidikan NU Sudah Lengkap
Ketua Tanfidziah MWC NU Kertek, K. Mukhafid, memberikan penekanan penting mengenai kemandirian pendidikan di bawah naungan NU. Menurut beliau, warga NU di Kecamatan Kertek kini sudah memiliki akses pendidikan yang lengkap di setiap jenjang.
"NU di Kertek sudah memiliki lembaga pendidikan yang mapan. Untuk tingkat SD kita punya MI, tingkat SMP ada MTs, dan untuk jenjang SMK kita memiliki SMK Andalusia Wonosobo yang berada langsung di bawah naungan PCNU Wonosobo," terang K. Muhafidz. Beliau juga menambahkan bahwa kehadiran anak yatim di acara tersebut membawa keberkahan luar biasa bagi seluruh jamaah.
Tausiyah KH. Ahmad Suyuti: Ilmu, Bakti, dan Keutamaan Ramadhan
Puncak acara diisi dengan tausiyah menyejukkan oleh KH. Ahmad Suyuti. Beliau memberikan pesan khusus kepada anak-anak yatim agar tetap semangat dalam menuntut ilmu.
"Janganlah bersedih wahai anak-anak yatim, tapi bersedihlah jika kita tidak memiliki ilmu. Kelak, orang yang peduli dengan anak yatim akan bersama Rasulullah SAW masuk ke dalam surga," tutur beliau.
KH. Ahmad Suyuti juga mengajak warga Nahdliyyin untuk senantiasa mengikuti amaliah KH. Hasyim Asy'ari. Beliau menekankan bahwa ciri khas orang NU adalah peduli kepada yang hidup dan yang sudah mati dengan cara selalu mendoakannya.
"Berbaktilah kepada orang tua saat masih hidup maupun sudah tiada, maka niscaya anak cucu kita akan berbakti kepada kita kelak," tambahnya.
Mengakhiri tausiyahnya, beliau mengingatkan jamaah untuk mengoptimalkan ibadah di bulan Ramadhan. Beliau menjelaskan bahwa satu rakaat salat dan setiap sedekah yang dikeluarkan di bulan suci ini akan dilipatgandakan pahalanya hingga 1.000 kali lipat oleh Allah SWT.
Kegiatan Tarhim ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat tali persaudaraan antar warga Nahdliyyin di wilayah Kertek.